Senin, 02 Oktober 2017

Lab Bahasa untuk Sekolah Dasar




Secara konvensional, laboratorium bahasa di Sekolah Dasar (SD) umumnya berupa sebuah ruangan yang berisi meja atau booth yang dilengkapi dengan tape player dengan segala kelengkapan dan control booth guru atau pengamat dan digunakan untuk pembelajaran bahasa di SD. Tape player memiliki fasilitas untuk playrewindforward, dan record. Peserta didik dapat berlatih menggunakan bahan rekaman dan mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa secara individual atau kelompok, dan guru dapat mendengarkan masing-masing peserta didik melalui headset yang dilengkapi dengan mic.

Pada saat ini, laboratorium bahasa konvensional di banyak lembaga pendidikan telah digantikan dengan laboratorium multimedia berupa ruang yang dilengkapi dengan jaringan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, perangkat lunak yang sesuai, dan peralatan lain yang dirancang untuk membantu peserta didik belajar bahasa, baik dengan bimbingan guru maupun tanpa bimbingan guru. Laboratorium multimedia memenuhi fungsi yang ada pada laboratorium bahasa konvensional.

Penggunaan laboratorium bahasa untuk pembelajaran bahasa asing menjadi populer sejak zaman Perang Dunia II, dalam upaya melatih berbahasa asing bagi anggota angkatan perang yang akan ditugaskan ke daerah-daerah pendudukan di negara asing. Laboratorium pada kala itu dimanfaatkan terutama sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga guru. Sebagai pengganti guru, potensi laboratorium bahasa yang paling besar adalah memberikan pelatihan yang bersifat menghafal dan menirukan secara mekanistik tanpa lelah. Dengan demikian, materi pembelajaran bahasa asing pun didesain dengan pendekatan mekanistik yang tujuannya membentuk kebiasaan dalam menerapkan pola kalimat. Pendekatan ini dikenal dengan istilah pendekatan audio-lingual, yang berdasarkan teori ilmu jiwa behaviorisme dan aliran linguistik struktural. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi arionindonesia.co.id. Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar